Posts

Homo Sapiens

Image
SEM:  Homo sapiens Seorang peneliti di sebuah negara tak bernama menemukan spesies bakteri baru yang mempunyai sifat unik. Analisis filogenetik menggunakan multiple sequence alignment menggunakan basis 16S RNA ribosom menyatakan bahwa bakteri tersebut masuk dalam genus Homo , serta memiliki jarak evolusioner dengan kerabat terdekat selama lebih dari 5000 tahun. Penemuan mencengangkan ini menggemparkan seluruh dunia, dan akhirnya dipilihlah nama Homo sapiens sebagai pengidentifikasi spesies unik tersebut. Mikroorganisme motil ini mempunyai panjang sekitar 1.5 - 2 mikrometer pada fase eksponensial, serta flagela peritrik dengan konsentrasi di bagian apikal. Satu-satunya bakteri yang berkembang biak dengan cara seksual dan hanya lewat proses konjugasi. Belum bisa ditentukan apakah bakteri ini bersifat Gram-negatif atau Gram positif, karena mempunyai komposisi dinding sel yang berbeda dengan bakteri lainnya. Dinding sel mengandung pigmen melanin dengan kadar yang berbeda pada ber...

Surat-Surat yang Kularung #2 - Tendensi Kata

Halo, Far. Apakabar dirimu? Di sini musim panas akan segera berakhir. Angin mulai bergerak mengetuk jendela kamarku tiap pagi. Bagaimana dengan ruang dingin yang kau tempati, Far? Aku ingin bertanya tentang beberapa hal yang mungkin malah tak bisa kuucapkan ketika kita bertemu. Agak sulit memang, tapi memang kehendak yang di atas toh, tak bisa dipungkiri lagi. Pertemuan singkat itu memang tidak memberikan dampak apa-apa. Walaupun ratusan kemungkinan bait kata telah kurencanakan, tetapi, mau bagaimana lagi? Aku tetap diam dan mengikuti langkah seperti daun di atas aliran sungai. Bagaimana ceritamu tentang mimpi-mimpi yang dulu kausebutkan, dan ditulis dalam secarik kertas yang kausembunyikan di dalam kotak sepatu? Sudahkah kau rapikan lagi? Memang untuk menulis sebuah mimpi, apalagi pada sebuah kertas, sangatlah mudah. Apalagi membayangkannya pada pikiranmu. Mengisi kanvas kosong dengan abstraksi nalar dan khayal. Tetapi dari sana keluarlah tanggung jawab. Apa yang sudah kau tu...

Le Siècle des Lumières

Image
Joseph Wright of Derby,  A Philosopher Giving A Lecture at the Orrery , c. 1765, oil on canvas, 147 x 203 cm (Derby Museum and Art Gallery, Derby, England)

Otokritik

Kedua kutub itu berpecahan di angkasa, mencuri detik-detik yang hilang pada penjuru langit. Semua orang beranggapan bahwa diri mereka adalah yang paling benar, paling baik di antara segalanya. Bahwa kesombongan fana yang terlihat pada makhluk yang bernama manusia, sudah jelas terpatri dalam benang paling halus sekalipun. Pasti ada getar yang timbul. Ada nada sumbang yang muncul. Sudah tidak ayal lagi.

Membiasakan Hal yang Benar, Bukan Membenarkan Hal yang Biasa

Ada seorang insinyur yang sedang memperbaiki sebuah mobil untuk dinaiki. Mungkin agak kesulitan karena dikerjakan dengan seorang diri. Tapi katanya, mobil itu ingin menjadi desain yang paling baru. Jadi masih ada beberapa kelemahan di sana-sini. Ketika rancangan tersebut hampir selesai, sang insinyur menelpon dosennya untuk minta tolong. Karena menurutnya ada hal penting yang hanya bisa dosennya lakukan untuk memperbaiki mobil itu. Pagi itu insinyur dan keluarga baru ingin berjalan keluar ketika sang dosen datang. Sang dosen bilang. “Wah, kok bisa seperti ini?” Sambil marah, sang dosen mempreteli desain baru mobil sang insinyur, dengan keluarganya masih berada di dalam mobil. Insinyur pun bingung. Dia sadar bahwa mobilnya masih banyak kekurangan. Tetapi kenapa malah tidak ada yang diperbaiki? Memang sebelumnya sang insinyur belum berbicara apa-apa tentang rancangan mobil baru tersebut. Tetapi setelah lulus pun, dosen tersebut memang tak pernah menanyai setiap projek yg dirinya...

Aku Akan Memanggilmu Mara.

Dirimu adalah personifikasi dari perasaan yang tak bisa kuungkapkan hakikatnya. Sebuah vibrasi dari medan emosi, penjelmaan keheningan yang memaksa hatiku untuk bertekuk lutut -- menerima takdir dengan pasrah dan rela. Mungkin kenyataan di mana kau adalah implikasi dari kehadiran seseorang dalam ruangwaktu-ku, tidak bisa aku tolak sepenuhnya. Sebuah firasat dengan gejala memabukkan, menghentikan degup jantung ini kala matanya menembus jendela jiwa. Aku tidak bisa menuliskan apapun tentang cinta, karena dirinya adalah cinta. Karena tubuh ini terlalu lampau, terlalu fana untuk menyerah terhadap perang yang berkecamuk dibalik topeng ketidakpedulian. Sementara batin ini hanya mampu sekadar menulis kata-kata, tak berbicara. Aku akan memanggilmu Mara, sebuah rasa yang tersembunyi di dalam ribuan lipatan. Apel yang jatuh ke tanah tanpa suara. Anak panah yang terhempas tanpa arah. Denting musik tanpa nada. Lukisan tak berwarna. Entah kapan aku akan memanggilnya. 2016

Tanpa Kata

Image
Persepsi yang ditangkap oleh indera manusia berasal dari berbagai sumber, entah itu berupa rasa, imaji, suara, atau getar. Mungkin salah satu dominasi yang terjadi antara sumber-sumber tersebut dipegang oleh imaji, karena persepsi yang dapat diciptakan dari sumber tersebut tak terhingga jumlahnya.  Imaji yang diterima oleh mata kita sebenarnya adalah sekadar proyeksi cahaya yang dipantulkan oleh benda tersebut. Tidak nyata, dalam beberapa hal khusus. Hal ini mungkin agak berbeda dengan sumber persepsi lain, tetapi inilah yang membuat imaji menjadi hal yang menarik untuk dipelajari. Dari seberkas pantulan cahaya, seorang penulis bisa terinspirasi. Sebuah karya bisa diciptakan dari tangan pelukis. Ilmu bisa kembali diestafet kepada penerus generasi. Tapi, dari cahaya itu juga, sebuah pemberontakan bisa meletus. Keinginan berbuat buruk menyala. Tetapi, cahaya tidak pernah salah. Persepsi yang disalahgunakan. Manusia-lah yang mempunyai kendali untuk menciptakan persepsi....