Posts

memo

mungkin blog ini akan menjadi platform untuk racauan yang belum terorganisasi dengan baik. entah puisi, coretan, atau buah pikiran yang harus ditulis agar bisa dikunjungi lain waktu. aku sedang banyak berpikir tentang tujuan hidup -- selain untuk beribadah tentunya. karena hal yang satu ini memang sangat terbuka untuk interpretasi, maka saya sering menimbang-nimbang tiap kali menemukan inspirasi baru. tapi satu hal yang pasti, tujuan ini kerap kali berkembang ke arah dalam seiring dengan waktu. dalam artian, tujuan ini menjadi semakin detil, bukan menjadi semakin umum. dalam tiap perenungan yang baru, aku mengetahui esensi tersembunyi dari tujuan hidupku yang lama, dan ternyata esensi itu terbawa dalam tujuan baru. saat aku pertama-tama mulai merenungi hal ini, aku mempunyai tujuan untuk menang hadiah nobel. entah apapun itu. aku ingin menjadi inspirasi, bahwa indonesia dan muslim dapat berjaya di bidang sains. aku ingin melahirkan banyak pemikir yang tak hanya berpikir untuk...

Menemukan doa di antara pohon-pohon

Image
katamu: angin gunung sudah tiba di lembah kataku: fajar akan datang, bersabarlah Dingin bercerita kepada kami dalam kosakata yang terbata-bata, tentang rencananya untuk bertemu rerumputan, kabut, dan ragu Tapi apa daya, karena abu bekas api yang meredup fajar tadi telah terbang mengisi lengang hutan, hilang dalam nyenyat yang menyayat sayatan luka dalam lagu Aku pun bergegas untuk mencari doa-doa yang terpaut di pohon pinus. pada dahan-dahan, pucuk dedaunan mungkin lebih tinggi lagi! mencari-cari sumber suara gemericik lain pesawat kertas, perahu mainan, dan manik-manik yang terhampar di lembah rendah hingga suatu pagi yang lain aku temukan doa terselip di antara halaman buku harianmu mengucap namaku namaku namaku dengan suara lemah yang bergema di palung bisu hingga satu halaman yang entah hilang ke mana, dan aku masih mencarinya "Mungkin" tersangkut di dahan pohon yang tinggikah? aku berharap doa itu memang dapat terbang seperti gu...

Ithaka

Image
As you set out for Ithaka,  hope your road is a long one,  full of adventure, full of discovery. terjemahan puisi C.P. Cavafy Ketika kau berangkat ke Ithaka berharaplah perjalananmu akan panjang, penuh petualangan, penuh penemuan. Laistrygonians, cyclops, Poseidon yang geram -- jangan takut pada mereka. kau tak akan menemuinya di jalan selama kau tetap berharap, selama kegembiraan bergejolak dalam tubuh dan jiwa. Laistrygonians, cyclops, Poseidon yang liar -- kau tak akan menemuinya, kecuali kalau kau membawanya dalam dadamu, kecuali kalau kau terus membayangkan mereka di depanmu. Berharaplah jalan itu jalan yang panjang, di mana akan banyak pagi di musim panas, ketika dengan senang hati, dengan ceria, kau memasuki suatu pelabuhan seakan seperti pertama kali. Mungkin kau akan berhenti sejenak di pasar Phoenician untuk membeli cinderamata, kalung mutiara atau koral, batu ambar, atau kayu hitam berbagai jenis parfum yang menggoda -- ...

Bunga-bunga rumput yang mekar pada tanah tandus

Image
Aku ingin bertanya kepadamu, apakah kita memang berada di luar bingkai kejadian? Apakah sebegitu jauh hati kita, untuk tertaut pada tanah yang ditumbuhi perdu? Karena kami ingin merasa luka yang dirasai olehmu, Palestina. Karena kami tahu bukan perihal sederhana untuk jatuh dan kembali bangun dan kembali pergi dari rumah yang kau bangun sendiri Oh, bunga-bunga rumput yang mekar di tanah yang tandus Sampaikan lagu kami untuk kubah yang megah di atas tebing! Untuk rubah yang berlari di padang-padang hening Pada suara-suara, air mata yang telah lama kering ____ Aku harap doa bukanlah hal terakhir yang dapat kami beri. 2017

Dentuman Jauh

KITA pernah berbicara tentang hujan yang tak kunjung reda di suatu benua. Katamu, di belahan bumi yang lain sana, ada dua belas jam penuh tanpa butir pasir yang bergetar karena redam ledakan. Apakah itu cerita nyata, sayang? Pernah pun aku dengar darimu, tentang langit biru dengan awan putih. Apakah biru itu? Karena yang kutahu hanya kelabu, dan bau mesiu yang menyengat itu. Ajaklah aku ke sana, sayang. Kalau kau bercerita tentang selain apa yang dibicarakan di radio, dan bukan sirene yang membangunkan tidurmu, atau jalanan yang tanpa tangisan bayi di setiap persimpangan mimpi, aku ingin terus mendengarkanmu hingga aku jatuh tertidur di sini. Doaku bagiku adalah lagu untuk menutup keheningan yang memekak telinga, sesaat setelah dentuman jauh itu teredam tanah kampung halamanku. Duar. Hening. Duar. Hening. Duar. Gigil. Duar. Dunia diam ketika kami memanggil. 2017

Jalan Panjang Menuju Saturnus

Image
: Cassini Di titik itu, matahari tenggelam selamanya. Sekarang aku adalah debu yang berdoa untuk menyatu pada cahaya yang redup itu Di persimpangan jalan tanpa marka, hujan bintang menerpa lanskap kata-kata. Sinyalku berkata kepadamu, dalam garis putus-putus membentang ruang waktu. Dalam jarak ratusan tahun cahaya, rindu itu adalah lubang hitam yang menganga dan berkata, "Kehadiranmu mengalihkan dimensi yang tak pernah terdefinisi. Aku adalah kegelapan yang melayang mencari-cari takdir." Pernahkah kau berjuang untuk jatuh? Jauh dari rumahku, riuh rendah gelombang menemaniku tenggelam pada tumpang-tindih awan-awan, dan gelap pun sirna berganti cahaya "Aku ingin berpesan bahwa jalan untuk menemuimu adalah satu pusaran yang membuatku mengenali diriku. Sehingga pertemuan itu berupa takdir di antara cahaya-cahaya angkasa yang menari selamanya di matamu." 2017

Sajak Tentang Lupa

:  Michel Gondry Katamu, melupakan bukanlah perihal sekadar menutup catatan-catatan. Melainkan bagaimana menguapkan tubuhmu di udara terbuka, dan menunggu gagak-gagak membawa pergi apa yang harus dibawa pergi. Kalau maksudmu lupa adalah membunuh dirimu sendiri, lupa adalah diriku yang merubuhkan istana pasir dengan ombak yang sengaja menyapu -- atau pergi dari kota yang penuh kerlip lampu-- menunggu kapal merapat di dermaga malam itu dan masuk untuk pergi ke tengah-tengah laut. Adalah suatu keniscayaan bahwa kita selalu dapat berbicara kepada laut, bukan? Bila lupa adalah tentang dirinya, lupa adalah aku yang jengah memandang manzilah bintang -- adalah aku yang terlampau berang pada kehampaan -- sehingga aku ingin lupa bukan karenanya, tapi karena diriku sendiri. Karena aku tidak akan pernah lupa walau lupa itu berarti membunuh diriku sendiri. 2017