Posts

Hati Hitam

Dari kejauhan, titik-titik kecil itu terbang. Tanyamu, mungkinkah cahaya melesat sebegitu cepatnya?  *** Karena kulihat cermin dalam jiwa itu dialog pagi itu berujung pada: kopi yang pahit sepotong roti yang kaku Aku melepas sandaran kepalamu dari kakiku. menatap nanar langit yang muram. dan jerit ayam berbahasa dalam kalimat rendah di kandangnya. Matahari patah saat kita saling enggan menatap dalam jam-jam yang berdetak, waktu yang rindu di pesisir yang ragu akan kedatangan kita. Wahana yang tak pernah dinaiki, kincir yang bergulir lemah hanya menjadi pertanda bahwa kalimat itu tak akan pernah bisa dipercaya. Mungkin ada saatnya ketika buram kaca akan bertahan. Ketika bunyi kereta yang bergerak menjadi pertanda bahwa hari itu akan segera usai. *** Dalam keramaian, sejenak waktu berjalan lambat. Seakan memberi kesempatan. 1 November 2015

Pilar

singkatlah cerita di mana pertemuan itu membawa kupu-kupu bersayap biru muda saat tangan menggenggam jemari sepi dan memetik langkah yang tercecer di belakang kita bukanlah hakikat kesalahan yang sebenarnya  malu untuk kutelisik, karena sesungguhnya penyebab ketidakhadiran kupu-kupu yang lain tak semata karena hujan gerimis petang itu saat kesadaran telah lemah, dan keinginan sebenarnya enggan untuk memeluk rintik hujan yang bertempias di bawah kaki-kaki sesal tetapi lukisan di mana kupu-kupu itu hinggap, tidaklah sesederhana diagram sebab dan akibat. karena alam semesta hanya bergerak ke arah  ketidakteraturan (dalam lengkung kemungkinan yang memaksa kita untuk mencari celah bertemu di penghujung ruang) 2015

Bunga yang Belum Mekar

kaki yang membawa pada persimpangan trotoar pastel dan orang yang berlalu-lalang saling pandang dalam mata yang menutup langit menguning sambil membawa bau tembaga dari utara dan bunga-bunga yang belum mekar. *** seperti tawa dalam gerak lambat kincir mainan yang berputar dan debu dari kusen jendela rumah kita hanya beberapa waktu saja yang kubutuhkan untuk membuka kunci yang kausimpan apakah dirimu yang dahulu lupa kubawa? 2015

Anatomi Sepi /4/

berteriaklah seperti tenunan kain yang terputus dan koyak oleh jarum yang menjahitnya. 2015

Kelahiran

karena kelahiran matahari sudah diduga oleh banyak orang aku tetap datang pada perayaan itu membawa seikat bunga hitam yang dulu ingin kuletakkan pada nisanmu tapi karena subuh itu pergi seperti kawanan merpati di hutan yang mendengar gelegar bedil di kejauhan gaun-gaun putih mulai menutupi matamu perlahan di sana, aku sadar bahwa tapak-tapak merah kabur dalam lembaran sejarah dan nama-nama akan segera dilupakan tapi apa daya, bahwa gelap ini masih menunggu pertanda petir yang membuka tabir genderang perang 2015

[JARKOM SITH SAINS 2014]

Image
"Maaf Pak Satpam, kami ngga' izin foto di sini." Mencari-cari analogi, itulah yang saya lakukan. Mungkin karena baru terasa sore ini, berhubung salah satu kakak tingkat memberi tahu saya lewat LINE bahwa ada kumpul salah satu jurusan esok hari. Di situ, saya baru sadar bahwa inilah titik di mana satu aspek dari keluarga yang saya rasakan telah berubah -- akan ada dua jarkom yang terpisah, masing-masing untuk tiap jurusan. Yang pada awalnya saya memiliki suatu shortcut khusus agar bisa langsung tersampaikan ke 121 anak, sekarang saya harus kembali memilah nama-nama yang akan saya jarkom. Yang dulunya saya tinggal memasang notes di grup yang entah tiap minggu selalu berubah namanya -- Donat Salman, GANYANG PSTH, H-1 UTS Kalkulus, Joshua Andrian  -- tapi sekarang dengan berat hati saya harus memberitahu PJ masing-masing jurusan. Ah ya... nama grup yang selalu berubah-ubah. Hal ini makin membuat saya sedih karena segalanya normal. Ya, dalam artian nama grup yang nor...

A Reflection

Image
painting by solar-sisters Looking back, there is so much story to tell these days. I could never be fluent at expressing feeling, but I hope this little blog can contain some of these jumbled thoughts. Maybe some of you would feel this is so fucking sentimental, but that's who I am. I am very grateful. Somehow in the middle of the night I'm still trying to contemplate this life I am currently living right now into a poem, sketches, or even blog post like this; but it is so hard to capture this nebulous minds, -- or thoughts, you can say -- into something tangible that I used to do few years ago.  This leads to my conclusion that what I'm thinking right now is very, very abstract. I barely wrote poem every two weeks like when I was in high school, or even read books and novels, listened to Sara Bareilles and felt the same way, it is so different. I know something is happening inside there, but somehow my subconscious keep telling me that there is nothing to wor...