Posts

Kelahiran

karena kelahiran matahari sudah diduga oleh banyak orang aku tetap datang pada perayaan itu membawa seikat bunga hitam yang dulu ingin kuletakkan pada nisanmu tapi karena subuh itu pergi seperti kawanan merpati di hutan yang mendengar gelegar bedil di kejauhan gaun-gaun putih mulai menutupi matamu perlahan di sana, aku sadar bahwa tapak-tapak merah kabur dalam lembaran sejarah dan nama-nama akan segera dilupakan tapi apa daya, bahwa gelap ini masih menunggu pertanda petir yang membuka tabir genderang perang 2015

[JARKOM SITH SAINS 2014]

Image
"Maaf Pak Satpam, kami ngga' izin foto di sini." Mencari-cari analogi, itulah yang saya lakukan. Mungkin karena baru terasa sore ini, berhubung salah satu kakak tingkat memberi tahu saya lewat LINE bahwa ada kumpul salah satu jurusan esok hari. Di situ, saya baru sadar bahwa inilah titik di mana satu aspek dari keluarga yang saya rasakan telah berubah -- akan ada dua jarkom yang terpisah, masing-masing untuk tiap jurusan. Yang pada awalnya saya memiliki suatu shortcut khusus agar bisa langsung tersampaikan ke 121 anak, sekarang saya harus kembali memilah nama-nama yang akan saya jarkom. Yang dulunya saya tinggal memasang notes di grup yang entah tiap minggu selalu berubah namanya -- Donat Salman, GANYANG PSTH, H-1 UTS Kalkulus, Joshua Andrian  -- tapi sekarang dengan berat hati saya harus memberitahu PJ masing-masing jurusan. Ah ya... nama grup yang selalu berubah-ubah. Hal ini makin membuat saya sedih karena segalanya normal. Ya, dalam artian nama grup yang nor...

A Reflection

Image
painting by solar-sisters Looking back, there is so much story to tell these days. I could never be fluent at expressing feeling, but I hope this little blog can contain some of these jumbled thoughts. Maybe some of you would feel this is so fucking sentimental, but that's who I am. I am very grateful. Somehow in the middle of the night I'm still trying to contemplate this life I am currently living right now into a poem, sketches, or even blog post like this; but it is so hard to capture this nebulous minds, -- or thoughts, you can say -- into something tangible that I used to do few years ago.  This leads to my conclusion that what I'm thinking right now is very, very abstract. I barely wrote poem every two weeks like when I was in high school, or even read books and novels, listened to Sara Bareilles and felt the same way, it is so different. I know something is happening inside there, but somehow my subconscious keep telling me that there is nothing to wor...

Anatomi Sepi /3/

Sejenak, aku benamkan lima musim dingin dalam tulangku. 2015

Pohon

"pagi ini, aku bertanya kepada akar apa yang membuatmu kokoh menopang pohon-pohon?" Di sebuah mimpi yang rindang, sebuah cerita terurai. Aku melihatnya dalam gambar-gambar di sebuah tembok putih. Di sana warna kami bersandingan -- bercengkerama. Bersuara lantang, bermain jiwa. Mungkin mereka tak dapat melihatnya. Tapi bagi kami, itu ada. Selama degup ini membawa, aku berjanji tangan ini akan tetap terbuka. Mengajakmu untuk merasa semesta membawa gelisah bersama, saling membuka hati kita. Kebersamaan ini, kau rasakan bukan? Lama aku pandang dan warna itu terus ada. Karena kita keluarga. . 2015

Anatomi Sepi /2/

Di setiap menit yang mengurung, aku berbicara dalam napas. Mencoba mengait jejak-jejak yang kau beri malam itu. Tapi beritahu bahwa aku salah, bahwa aku tak pernah mengharap apapun dari jemari itu. 2015

Anatomi Sepi /1/

Dalam kesempatan itu, musik berbahasa -- tapi bukan untuk dirimu atau untuk siapapun. Aku kadang menyerah pada lagu yang tak bisa kita lagukan padahal bukan itu yang kau minta. 2015