Aku merancang-bangun sebuah rumah, selesai dalam satu malam. Aku pulang dalam keadaan lemah, tertatih-tatih melangkah. Karena pijak ini rubuh dalam satu suara. Menjawab tanya dari ruang terdiam, jiwa-jiwa niraksara. 2016
Aku ingin bertanya kepadamu, apakah kita memang berada di luar bingkai kejadian? Apakah sebegitu jauh hati kita, untuk tertaut pada tanah yang ditumbuhi perdu? Karena kami ingin merasa luka yang dirasai olehmu, Palestina. Karena kami tahu bukan perihal sederhana untuk jatuh dan kembali bangun dan kembali pergi dari rumah yang kau bangun sendiri Oh, bunga-bunga rumput yang mekar di tanah yang tandus Sampaikan lagu kami untuk kubah yang megah di atas tebing! Untuk rubah yang berlari di padang-padang hening Pada suara-suara, air mata yang telah lama kering ____ Aku harap doa bukanlah hal terakhir yang dapat kami beri. 2017
Even time has a symmetry "..And of everything We have created pairs.." Adz-Dzariyat: 49 -- The Winnowing Winds Holy Book of Qur'an I know that any means of relying on teleological arguments for God's existence is labeled as a fundamental logical fallacy by you -- people who believe science is the one who govern all the laws and the truths in the universe. I know 'God of the gaps' argument is very ridiculed in the society of science. And I know for sure that filling 'yet unknowns' with statements from creationism view can halt the progress and curiosity for science. But I can't help but say that this particular verse, from my beloved holy book of our religion, Islam, is the truth that you all must see. Even in the realm of quantum science, in the world of fundamental particles and Standard Model, this verse still applies. We have matter, and every matter have its own antimatter. The particle and the antiparticle. Electron and the ...
Comments
Post a Comment