Aku merancang-bangun sebuah rumah, selesai dalam satu malam. Aku pulang dalam keadaan lemah, tertatih-tatih melangkah. Karena pijak ini rubuh dalam satu suara. Menjawab tanya dari ruang terdiam, jiwa-jiwa niraksara. 2016
Halo, Far. Apakabar dirimu? Di sini musim panas akan segera berakhir. Angin mulai bergerak mengetuk jendela kamarku tiap pagi. Bagaimana dengan ruang dingin yang kau tempati, Far? Aku ingin bertanya tentang beberapa hal yang mungkin malah tak bisa kuucapkan ketika kita bertemu. Agak sulit memang, tapi memang kehendak yang di atas toh, tak bisa dipungkiri lagi. Pertemuan singkat itu memang tidak memberikan dampak apa-apa. Walaupun ratusan kemungkinan bait kata telah kurencanakan, tetapi, mau bagaimana lagi? Aku tetap diam dan mengikuti langkah seperti daun di atas aliran sungai. Bagaimana ceritamu tentang mimpi-mimpi yang dulu kausebutkan, dan ditulis dalam secarik kertas yang kausembunyikan di dalam kotak sepatu? Sudahkah kau rapikan lagi? Memang untuk menulis sebuah mimpi, apalagi pada sebuah kertas, sangatlah mudah. Apalagi membayangkannya pada pikiranmu. Mengisi kanvas kosong dengan abstraksi nalar dan khayal. Tetapi dari sana keluarlah tanggung jawab. Apa yang sudah kau tu...
Halo, Far. Apa kabar? Semoga kau baik-baik saja di sana. Kudengar kau sudah menyelesaikan tahun kedua-mu di ITB. Aku mau bertanya tentang kabarmu, dan tentang mimpi-mimpimu dulu. Apakah sudah bertemu? Lihat, peganglah benar-benar, benang yang akan kau tuju. Di tanganmu, sudah terlalu banyak benang yang semuanya terurai tak tentu arah. Apa lagi dalihmu kali ini? Mungkin, di malam sebelum kau kembali ke rumah, sebaiknya kau coba kembali telaah mana benang yang akan kau gulung, simpan rapi, dan tinggalkan saat ini. Ada beberapa yang sudah kusut lho. Ada yang sudah putus dan tak kau sadari. Ada pula yang raib entah ke mana. Hai, kudengar kau sekarang banyak berbicara tentang kaderisasi. Dan segala idealismemu yang masih seluas Kecamatan Coblong itu kau anggap bisa menjadi teladan bagi generasi penerus organisasi yang kau pegang kali ini. Apa yang kau tahu tentang itu? Mengapa kau genggam beban moral, tanggung jawab yang begitu besar, tentang formalitas nilai-nilai, sifat mul...
Comments
Post a Comment